ISEI Semarang dan KADIN Jawa Tengah Perkuat Sinergi Akademisi dan Dunia Usaha untuk Mendorong Ekonomi Daerah

Semarang, 13 Mei 2026, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Semarang melakukan audiensi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Jawa Tengah pada Rabu (13/5) pukul 10.00 WIB. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara kalangan akademisi dan dunia usaha dalam merumuskan solusi strategis bagi pengembangan ekonomi daerah di Jawa Tengah.

Delegasi ISEI Semarang diantaranya Prof. Euis Soliha selaku Sekretaris Umum dan Prof. Firmansyah, Ph.D beserta tim. Dalam kesempatan tersebut, ISEI memperkenalkan kepengurusan baru periode 2026 sekaligus menyampaikan undangan kepada KADIN Jawa Tengah untuk menghadiri pelantikan pengurus yang akan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 pukul 14.00 WIB di Ruang Borobudur, Lantai 3, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang. Prof. Euis juga menjelaskan bahwa Sekretariat ISEI Cabang Semarang yang sebelumnya berada di Universitas Diponegoro kini telah resmi berpindah ke LPPM Universitas Negeri Semarang, Ruang 301.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KADIN Jawa Tengah, Harry Nuryanto Sudiro, menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya kepengurusan baru ISEI Cabang Semarang. Ia menegaskan bahwa KADIN sebagai organisasi yang memiliki mandat berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 berperan sebagai wadah bagi seluruh unsur dunia usaha, mulai dari perusahaan besar, UMKM, asosiasi sektor usaha, hingga kalangan profesional dan akademisi.

Ketua Umum KADIN Jawa Tengah, Harry Nuryanto Sudiro menyoroti bahwa dunia usaha saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi global. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pelaku usaha dan akademisi. Menurutnya, kolaborasi dengan ISEI sangat strategis karena dapat menghasilkan kajian ilmiah, rekomendasi kebijakan, serta solusi praktis untuk menggerakkan perekonomian daerah secara lebih efektif.

Sebagai contoh keberhasilan kolaborasi lintas sektor, KADIN Jawa Tengah memaparkan inisiatif yang telah dijalankan di kawasan Solo Raya. Melalui kerja sama antarkabupaten/kota yang melibatkan sektor perdagangan, pasar tradisional dan modern, perhotelan, pariwisata, serta UMKM, program tersebut berhasil mencatat transaksi ekonomi sebesar Rp1,7 triliun hanya dalam satu bulan, dengan lebih dari 5,5 juta transaksi menggunakan QRIS. Capaian tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menanggapi hal tersebut, ISEI Cabang Semarang menyatakan kesiapan untuk mengambil peran melalui riset, kajian akademik, dan pengembangan model-model penggerak ekonomi daerah yang dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Pendekatan berbasis penelitian diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih terintegrasi serta mengurangi ego sektoral antarwilayah.

Dalam diskusi juga dibahas pentingnya penyelarasan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia usaha. KADIN Jawa Tengah mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyusun standar kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang dapat menjadi referensi dalam penyusunan kurikulum, capaian pembelajaran, dan metode pembelajaran di perguruan tinggi. ISEI menyambut baik inisiatif tersebut dan menekankan bahwa keterlibatan KADIN secara langsung di kampus akan sangat penting untuk memperkuat relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan pasar kerja.

Audiensi ini menandai langkah awal yang strategis dalam membangun kemitraan yang lebih erat antara ISEI Cabang Semarang dan KADIN Jawa Tengah. Sinergi antara kekuatan akademik dan dunia usaha diharapkan mampu melahirkan inovasi, rekomendasi kebijakan, dan program-program nyata yang berkontribusi pada peningkatan daya saing ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *