Dihadiri Wali Kota Semarang, ISEI Semarang Kukuhkan Pengurus Baru dan Gelar Seminar Ketahanan Ekonomi

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Semarang menggelar rangkaian kegiatan Rapat Kerja (Raker), Pelantikan Pengurus Periode 2026–2029, serta Seminar Nasional bertema Ketahanan Ekonomi dan Perbankan Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global. Kegiatan yang berlangsung di Kota Semarang tersebut menjadi momentum penting bagi ISEI Semarang untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas peran akademisi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Rapat Kerja Pengurus ISEI Semarang yang dihadiri seluruh pengurus struktural periode 2026–2029. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi awal bagi kepengurusan baru untuk menyusun arah kebijakan organisasi, program strategis, serta penguatan sinergi antarbidang dalam mendukung peran ISEI sebagai organisasi profesi yang aktif menjawab berbagai persoalan ekonomi di masyarakat.

Dalam rapat kerja tersebut, para pengurus membahas sejumlah agenda prioritas organisasi, mulai dari penguatan riset ekonomi daerah, pengembangan kerja sama dengan pemerintah dan regulator, penguatan publikasi ilmiah, pengembangan UMKM, hingga peningkatan literasi ekonomi masyarakat. Para pengurus juga menekankan pentingnya menghadirkan ISEI yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan mampu memberikan kontribusi nyata melalui kajian akademik maupun program pengabdian masyarakat.

Kepengurusan ISEI Semarang periode 2026–2029 dipimpin oleh Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti sebagai Ketua, didampingi Prof. Euis Soliha sebagai Sekretaris dan Prof. Tri Purwani sebagai Bendahara. Dalam struktur kepengurusan tersebut, Prof. Firmansyah dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Pengembangan Akademik, Riset dan Kajian, sementara Prof. Harjum Muharam menjabat Wakil Ketua Bidang Pengembangan Organisasi dan Kemitraan. Selain itu terdapat Ika Rosyada Fitriati sebagai Wakil Sekretaris dan Ngatindriatun sebagai Wakil Bendahara.

Struktur kepengurusan baru ISEI Semarang juga diperkuat oleh sejumlah bidang strategis yang diisi akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Tengah. Di antaranya Indira Januarti sebagai Koordinator Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Kesi Widjajanti sebagai Koordinator Bidang Kerja Sama dan Kemitraan, serta Teguh Hadi Prayitno yang memimpin Bidang Komunikasi Strategis dan Hubungan Masyarakat bersama sejumlah anggota, salah satunya Bogy Febriatmoko.

Selain itu, terdapat pula Shanty Oktavilia yang memimpin Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi, Taofik Hidajat sebagai Koordinator Bidang Pengembangan Profesi, Sertifikasi dan Akreditasi, serta H. Agus Siswanto yang dipercaya memimpin Bidang Kewirausahaan dan UMKM. Kehadiran berbagai bidang tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi ISEI Semarang dalam pengembangan ekonomi daerah, penguatan sektor usaha, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi.

Usai pelaksanaan rapat kerja, agenda dilanjutkan dengan pelantikan Pengurus ISEI Semarang periode 2026–2029 yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa akademik. Pelantikan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo selaku Ketua ISEI periode sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Zaenuri, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, serta Firman Sihol Parningotan yang hadir mewakili Pengurus Pusat ISEI dari Jakarta.

Dalam sambutannya, Prof. Suharnomo menyampaikan optimismenya terhadap kepengurusan baru ISEI Semarang. Menurutnya, ISEI memiliki posisi strategis karena menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik, regulator, pemerintah, dan pelaku usaha. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan berbagai gagasan dan rekomendasi kebijakan yang relevan terhadap dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa ISEI merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Semarang dalam melahirkan kebijakan ekonomi yang berbasis riset dan kebutuhan masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi sangat penting untuk menjawab tantangan pembangunan ekonomi perkotaan yang semakin kompleks.

“ISEI memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan masukan dan rekomendasi kebijakan ekonomi. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar pembangunan ekonomi daerah semakin berkualitas dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua ISEI Semarang periode 2026–2029, Prof. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang telah membawa organisasi berkembang dengan baik. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan melanjutkan tongkat estafet organisasi dengan menghadirkan program-program yang lebih inovatif, kolaboratif, dan responsif terhadap perkembangan ekonomi saat ini.

“Kami ingin ISEI Semarang hadir lebih dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata melalui penguatan riset, pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi daerah, hingga peningkatan literasi ekonomi publik,” ungkapnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, ISEI Semarang menyelenggarakan Seminar Nasional bertema Ketahanan Ekonomi dan Perbankan Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global. Seminar dipandu oleh Prof. Firmansyah dan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Doddy Zulverdy dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta M. Noor Nugroho dari Bank Indonesia.

Dalam paparannya, kedua narasumber menjelaskan bahwa situasi ekonomi global saat ini masih dipenuhi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, tekanan inflasi global, hingga dinamika sektor keuangan internasional. Meski demikian, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat apabila didukung oleh stabilitas sistem keuangan, penguatan sektor riil, dan sinergi kebijakan antarinstansi.

Sesi seminar berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta, khususnya mahasiswa, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada narasumber. Berbagai isu aktual dibahas dalam forum tersebut, mulai dari kondisi ekonomi Indonesia saat ini, stabilitas sektor perbankan nasional, peluang ekonomi digital, hingga strategi menghadapi ketidakpastian ekonomi global di masa mendatang.

Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap isu ekonomi nasional dan global. Melalui seminar ini, ISEI Semarang berharap dapat terus menjadi ruang dialog strategis antara akademisi, regulator, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi dan gagasan untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

link materi seminar

Materi 1

Materi 2

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *